Fumidasou! 21 – Hippo Family

_____ Kamis, 18 Oktober lalu, terdapat poster yang dipost di grup PPI Ibaraki tentang acara gathering dari Hippo Family. Hippo Family itu apa sih? Jadi Hippo Family itu katanya “paguyuban” warga asing dan warga Jepang di Tsukuba,yang tujuannya yaa untuk saling kenal dan bersosialisasi. Wahh kok ada ya! Aku baru tahu karena ada yang masang poster jarkomannya. Berhubung acaranya diadakan hari Minggu, dan Minggu ini aku tidak ada kegiatan kecuali ngerjain tugas, ya aku ikut aja mendingan. Acaranya juga potluck picnic, yang berarti akan ada tukar menukar masakan, waaaw…

Vanya's poster
Poster acara Potlluck Picnic Hippo Family (source: PPI Ibaraki collection)

_____ Acaranya bertempat di Doho Park, aku pun tak tahu itu dimana. Ketika aku cek di gugel, ternyata itu salah satu taman terbesar di Tsukuba, letaknya di pusat kota agak jauhan dikit, berlawanan dengan arah ke kampus (dan nggak se-ndeso arah kampus sih). Yosshh,, karena acaranya dimulai pukul 11, jadi aku memutuskan untuk berangkat setengah 11 dengan sepeda. Karena akan ada tukar menukar masakan, jadi aku memutuskan untuk membuat Nasi Goreng Ayam aja, berhubung bumbunya dari Indonesia masih banyak di koper hehehe. Pagi harinya aku memasak nasi goreng, lengkap dengan ayam, telur, bumbu + Kecap. Karena orang Jepang tidak bisa makan pedas jadi harus aku kurangin pedasnya secara signifikan.

_____ Tapi baru lihat posternya aku sudah terkejut karena sampai ada notifikasi membawa makanan halal lho. Dan bagi yang tidak yakin apakah maknanannya halal, dihimbau agar memberitahu tidak halal. “Wahhh, berarti banyak dong keluarga muslim di Tsukuba ini? Bukan cuma yang dari Indonesia aja~”, pikirku. Sreng sreng sesss…. Aku sudah selesai menumis telur, ayam, dan bawangnya, tinggal nasi dan bumbunya. Hmmm… kayaknya bakal enak nih buat dimakan sambil piknik menikmati taman, dibalut dengan sejuknya musim gugur.

_____ Pukul 10 aku sudah selesai memasak dan tinggal bersiap-siap. Awalnya aku mengajak Mizan, tapi dianya terlalu mager untuk ikut (hufft). Akhirnya aku berangkat sendiri, mengayuh sepeda biru melewati kampus. Hari itu sangat cerah, hingga mencapai 25’C namun cukup kering sehingga keringat tidak membanjiri bajuku. Aku sudah mencapai Tsukuba Center pada pukul 10.45, dan hari semakin terik. Ditambah lagi, aku tidak ingat arahnya kemana lagi dan seberapa jauh lagi dari tempat aku sekarang. Kakiku mulai panas karena bahan dari sandal yang kupakai mudah panas, belum lagi warnanya hitam. Salahnya lagi adalah, saat itu aku tidak tahu bahwa semua jalur sepeda di Tsukuba mulai dari Kampus Tsukuba ke selatan itu saling berhubungan lewat jembatan, jadi ga perlu turun ke jalan raya dan belok belok ga jelas.

Rute
Rute dari Tsukuba Center ke Taman Doho (source: Google Maps)

Jadi pelajaran baru ya mal…. Setidaknya sekarang tau akses TERMUDAH ke mana mana, bukan TERCEPAT nya

_____ Pukul 11, dan aku hampir sampai di taman Doho. Hosh hosh, aku mengayuh lebih kencang lagi karena rupanya jauh juga dibandingkan yang kupikir. Sambil berhenti sekali-sekali, aku melihat G maps dan mengira-ngira apakah jalan yang kutempuh benar (meskipun sebenarnya cuma lurus, tapi kerasa banyak beloknya lho). Pukul 11.15 aku sampai perempatan yang kayaknya sih perempatan taman Doho. Aku pun menyebrang dan sampai juga, “oh iya benar! ternyata ini taman Doho” pikirku setelah melihat papan tandanya.

_____ Aku terus mengayuh, masuk ke dalam tamannya sambil mencari dimana lokasinya. Karena tamannya sangat luaaass, dan aku masuk entah dari jalan yang mana karena yang kutemui saat masuk adalah hard tennis court saja, beserta bangunan tennis court indoor. Aku pun kemudian menemui kolam yang luas (seluas matsumi kami ike sepertinya) dan rumah merah tepi kolam. Duuhh kemana aku harus pergi ini…. Setelah berputar-putar dengan sepeda, aku melihat ibu-ibu yang sedang menggelar tikar. Aku pun bertanya, kira-kira dimanakah lapangan sepak bola di taman Doho. Ibu-ibu itu pun menjawab, “ini lapangan bolanya. Nyari apaan dek?”. Aku pun menjawab, “Ohh, ini bu nyari acara dari Hippo Family, yang acara piknik itu. Kira kira dimana yaa… karena katanya di lapangan bola”. “Loh, ini acaranya, itu orang orangnya lagi beres-beres meja makan.” kata ibu-ibu tersebut. EH IYA!

Mengular
Hayoo ketangkep nanti~ (source: Toshikazu Takahoshi’s collection)

_____ Tampak banyak orang yang sedang berkumpul di bawah pohon, ada yang sedang membereskan meja makan, dan ada juga yang lagi main semacam ular naga panjang gitu. Kok tidak terlihat ya olehku dari kejauhan wkwkkw. Aku pun menghampirinya dan mengatakan bahwa aku perwakilannya dari Indonesia, karena saat itu keluarga dari Indonesia sepertinya sedang berhalangan hadir. “Ohh iya, siapa namanya mas?”, tanya ibu yang mengenakan jaket tosca dan stiker bertuliskan “YUMIKO” di bajunya. “Akmal bu. Oh iya maaf ini aku bawa makanan untuk acara potluck nya nanti. mohon bantuannya”, kataku sambil membuka tas dan mengeluarkan lunch box warna coklatku.

_____ Setelahnya, aku diajak mengobrol dengan ibu-ibu bertudung bernama Diwali dari Pakistan dan Satomi dari Jepang. Ohh rupanya mereka kenal juga dengan Bu Arsita dari Indonesia yang juga aktif di paguyuban Ibu-Ibu Tsukuba. Ibu Diwali bilang bahwa suaminya sedang postdoc di Tsukuba, sedangkan Ibu Satomi bilang suaminya sekarang kerja di Jepang (suaminya orang Mesir). Ooooh, rame juga ya ada berbagai negara. Lalu ada seorang bapak yang mengenakan baju semi-work outfitnya, yang bernama Musa dari Nigeria menghampiri kami dan mengajak ngobrol gitu. Kalo untuk kasusnya pak Musa ini dia mengikuti training pertanian gitu di Tsukuba dan baru akan pulang bulan November ini, katanya sambil membagikan coklat ke kami dan beberapa bocil yang sedang main.

_____ Kemudian, ada ajakan untuk bermain game pemanasan ke 2 dahulu sebelum makan-makan. Gamenya adalah “Kumpul Lagu”, yaitu berkumpul membentuk lingkaran setelah musik berhenti dan ukuran lingkarannya ditentukan oleh host gamenya. Waaah, riweuh juga nih wkkwkw. Kalo semuanya orang dewasa sih mungkin gampang, tapi ini 1 lingkaran harus campur antara orang dewasa dengan dedek-dedeknya, ada challenge nya dikit lho. Kira kira setelah 6 babak, permainan berakhir dan dilanjutkan ke acara makan-makan.

Senam radio
Ayo bikin lingkaran saat lagunya berhenti! (source: Yumiko Shiraki’s collection)

_____ Saat acara makan dimulai dan para peserta berbaris di meja makan, Bu Arsita datang dengan Najwa dan Tita. Bu Arsita lalu mengeluarkan bingkisannya dan membuka bento box nya bersama dengan ibu-ibu untuk diletakkan di atas meja. Wah, variasi sekali hidangannya, di meja tersedia masakan ala Indonesia dari Bu Arsita dan aku, lalu juga ada masakan yang tampak seperti ala timur tengah, ada masakan Jepang, dan ada cake pula. Tak lupa pop corn dan snack kue kering menjadi pelengkap acara. Karena semuanya menggunakan peralatan makan masing-masing, jadi tidak banyak disediakan piring plastik, sendok plastik, dan gelas sekali pakai. Oh iya, tercantum juga kartu penanda bahwa makanan yang dihidangkan halal ataupun tidak sehingga bisa dengan lebih yakin memilih makanannya.

_____ Yukss… langsung semuanya nimbrung di tikar ataupun rumput yang menghampar. Kali ini aku sambil ngobrol-ngobrol dengan Bu Arsita dan Najwa, karena kali ini kali ke2 nya aku bertemu beliau (yang pertama saat pengajian di hari pertama datang, tapi sepertinya belum saling kenal). Nah beliau ini sangat jago lho berbahasa Jepang, Najwa pun juga nggak kalah jago. Beliau juga sambil menjelaskan tips & trick memilih makanan halal di Jepang, bagaimana menghadapi musim dingin yang pastinya ekstrim buat orang Indonesia, dan juga seputar bersosialisasi dengan masyarakat internasional di Tsukuba. Waaah… benar benar beruntung aku datang ke acara ini, selain berkenalan dengan warga lainnya, aku juga mendapat “wejangan” dari orang yang sudah lama tinggal di Jepang. Terima kasih Bu Arsita dan Najwa.

Piknik
Waktunya piknik makan siang (source: Yumiko Shiraki’s collection)

_____ Kemudian acara dilanjutkan dengan permainan terakhir yaitu lompat tali massal. Semua peserta kemudian berbaris sesuai dengan kelompoknya. Pembagian kelompoknya berdasarkan warna label nama yang dibagikan di awal acara. Siapakah yang kira kira 1 kelompok denganku?? Maaf nih kalo aku rada bala kalo soal ketangkasan yang begini hihihi….

Baris
Baris membentuk kelompok. Siapa yang 1 kelompok denganku?? (source: Yumiko Shiraki’s collection)

_____ Yap.. akhirnya ketemu juga rekan 1 reguku. Kami pun berbaris dan mengatur strategi, karena kami maju sebagai regu yang ke 3. Naaah, sambil menunggu mari kita liatin gimana regu pertama dan kedua tampil. Tahan berapa putarankah mereka hmmm… Tak lama kemudian, barulah giliran kami maju. 1 kali practice stage dan kemudian baru permainan utamanya. Ayo ibu-ibu, bapak-bapak, adek-adek, jangan mau kalah sama regu yang lain yaahh!!

Siap lompat 20
Practice stage sebelum lompat. Siap!? (source: personal collection, taken by Toshikazu Takahoshi)
Lompat
Hip! Hop! Hap!! Ayo lompat (source: Yumiko Shiraki’s collection)

_____ Yaaayyy.. Akhirnya, bukan regu kami yang menang wkwkkw. Regu 2, regunya Bu Arsita yang menang. Setelahnya kami semua berfoto bersama, berhiaskan dedaunan dan rerumputan yang mulai menguning dan memerah, dinaungi langit biru melaut. Wahh.. nggak sangka ternyata banyak juga ya orang yang ikut, pantesan rame banget. Setelahnya aku dan Shiraki-san serta Takahoshi-san “Tocchan” bertukar kontak facebook untuk kemudian berbagi foto. Lalu kami semua membereskan meja dan perlengkapan, membersihkan semua sampah, dan membawa pulang hidangan yang sisa. Karena tidak ada yang mau membawa, aku memberanikan diri untuk membawa pulang sisa makanannya, sayang kan mubadzir  sayang kan buat mahasiswa rantau, wkwkkw. Alhamdulillah kotak makanku muat untuk memasukkan makanannya, dan ternyata cukup untuk makan malam dan sarapan esok harinya.

Foto akhir
Foto setelah acara selesai. Otsukaresamadesu~ (source: Yumiko Shiraki’s collection)

_____ Kemudian, aku bertanya kepada Bu Arsita kira-kira dimana toilet terdekat di taman karena aku hendak berwudhu untuk zuhur. Kebetulan juga, Bu Arsita dan Najwa baru saja sholat zuhur. “Oh iya Akmal, disana tadi ada toiletnya. Tinggal lurus aja”, kata Bu Arsita. “Oh, iya bu, terima kasih. Yang bangunan merah itu ya bu”. Seusai zuhur, kami pun langsung kembali ke tujuan masing masing. Bu Arsita masih menunggu Najwa dan Tita yang lagi bermain. Aku pun pamit dan bersepeda keliling taman Doho. Waah… hari itu terasa asik sekali, aku jadi dapat banyak pengalaman dan informasi baru.

Petualangan seru dimulai dari tersasar di wilayah baru”

つづく~~>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: