Fumidasou! 33 – Ultah

_____ Sepulangnya dari Tsuchiura, aku bertemu Fedi di Hirasuna Community Center (Hiracom), dan berpisah dengan Pak Yuli. Aku bertemu Fedi bukan tanpa alasan, tetapi karena ada misi rahasia dari pesan yang dikirimkan oleh Shauna, mahasiswi asal Filipina yang sama sama merupakan anak AIMS. Shauna berencana mengadakan Birthday Bash untuk ulang tahun Fedi yang diadakan pada hari 10 November. Berhubung aku termasuk salah satu yang dekat dengan Fedi, maka aku memancing fedi untuk menjauhi Ichinoya Community Center (Ichicom) karena tempat tersebut akan dijadikan lokasi pesta. Peranku sebagai pengulur watu dan penjaga Fedi agar tidak mengetahui kejutannya pun dimulai. Aku pun mengajak Fedi ke tempat belanja yang cukup Jauh. Kegiatan belanja kami dimulai dari sekitar pukul setengah 5 sore, dari Hiracom menuju TRIAL supermarket. Beberapa teman yang lain berperan untuk menyiapkan dekorasi, sementara lainnya belanja makanan, seperti kue dan camilan.

Emang ya, orang Filipina 11/12 sama orang Indonesia kalo soal perayaan hihihi 😀

Misi rahasia dadakan part 1. Ada yang ulang tahun lho! (source: LINE)
Misi rahasia dadakan part 2. Siapin apa aja nih? (source: LINE)

_____ Sesampainya di TRIAL, aku berusaha mengulur waktu dengan mengajak Fedi nyetok belanja dari barang segar sampai cemilan, mulai dari ikan, garam, coklat, dll. “Eh fed, beli takoyaki nggak nih, ngemil dulu yuk habis belanja” tanyaku. “Nggak ah mal, masih rada kenyang ni gw” jawabnya. Yak, rencana penguluran waktu gagal 1. Lalu, sesampainya di bagian camilan, aku mendapat pesan dari Rae (mahasiswi Filipina) yang artinya, “Eh, ini kita kelewatan bis, jadi nunggu lagi nih! Akmal ulur waktu lagi ya”. Waduuh….. makin susah nih ngulurnya, gumamku.

_____ Aku pun mengajak Fedi ke bagian susu dan keju serta roti rotian, sambil mengajak mengobrol ,”Eh fed, banyak yang diskon nih roti, udah mau maghrib. Nyetok kuy” ajakku. “Eh iya ya, sekarang baru jam 5 lewat padahal. Yaudah yok kesana” sahutnya. Yess, berhasil!. Ternyata tak cuma roti saja bung yang diskon, ada juga yogurt merk meiji kesukaanku dan beberapa camilan tradisional Jepang seperti dango yang lagi diskon. Selanjutnya kami bergeser ke arah bagian sabun dan makeup, “Fed, beli sabun ga? skincare-an gitu?” tanyaku lagi. “Masih ada mal, belom abis. Gw juga ga maskeran cuy” jawabnya. Yah skip skip.

_____ Karena tidak mungkin rasanya kalau kita berpindah ke bagian elektronik, perabotan, pakaian, ataupun lainnya, maka mau tidak mau berakhirlah ke kasir. Trolley kita cukup penuh, jadi mungkin akan agak lama men-scan barcodenya, belum lagi kassa yang self-scan juga ramai minta ampun. Alhasil, kami pun mengantri di antrian kassa biasa, dengan sekitar 3 orang yang belanjaannya juga cukup banyak. Jam menunjukan pukul setengah 6 sore, aku pun men-chat Rae dan Shauna yang membeli makanan, “Uy, gimana, udah berangkat belum? Kita udah sampai kasir nih”. Tak lama mereka pun membalas, “belum nih, bisnya baru ada 17.45. Ulur lebih lama lagi mal!” jawabnya. Hiyahh, lumayan Pe Er nih kalo kayak gini, terlebih bis di Jepang hampir tidak pernah telat, apalagi di kota kecil seperti ini yang jalanannya sepi.

_____ 1 orang, 2 orang, 3 orang, akhirnya giliran kami sampai di kasir. Mbaknya pun men-scan barang barang kami dengan cepat, hingga tak lama kemudian selesai. “Bayarnya mau pakai kartu kredit, kartu poin, apa uang tunai mas?” tanyanya dalam Bahasa Jepang. “Fed, lu punya kartunya TRIAL nggak, apa kartu kredit?” tanyaku ke Fedi. “Nggak lah, ngapain gw bikin gituan, kan cuma sebentar di Jepangnya” tukas Fedi. “Yaudah cash aja mbak” jawabku ke mbak kasir.

“Hai, totalnya 9372 yen, dibayar tunai ya 🙂 !”

_____ Begitulah kata mbak kasirnya. Yess, untung jumlahnya nggak bulat, jadi bisa lamaan ngambil uangnya dan aku tidak punya uang 10.000 yen tunai. Ehh, rupanya Fedi sudah menyiapkan uang 10.000 tunai untuk belanja, seraya berkata, “pake uang gw dulu mal, nanti aja digantinya” katanya. O – Ow~~, uang tunai sudah diserahkan dan si mbak kasirnya pun mengambil kembalian dengan cepat. Baiklah, saatnya mengeluarkan jurus ke-2 terakhir, hiyaaa…. “Fed, ngepack barangnya disini aja ya, berhubung gw bawa tas, jadi bisa dipisah pisahin duluan baranglu ama barang gw” ajakku. “Oke mal, bentar gw ambil plastik dulu ya”. Yess, rencana berhasil. Selagi Fedi megambil plastik, aku membawa Trolley yang berisi 2 keranjang penuh ke meja packing. Memang, belanja di Jepang kalau pakai Trolley itu biasanya berbentuk keranjang yang diletakkan pada trolley, bukan sebongkah trolley berukuran besar seperti di Indonesia. Dan setelah belanja, pembeli sendirilah yang mengemas barang, apakah dimasukkan ke dalam plastik dan kardus bekas (ambil sendiri) ataupun dimasukkan ke dalam tas pribadi milik pembeli. Setelah Fedi datang, kami pun mengemas barang belanjaan kami masing masing.

_____ Jam menunjukkan pukul 17.47, dan aku kembali menghubungi Rae dan Shauna via LINE ,”Hey, udah jalan? Aku sama Fedi udah selesai packing nih”. Tak lama Shauna membalas,”udah nih, baru berangkat, tahan lagi mal!”. Oke, saatnya mengeluarkan jurus terakhir, “Fed, aku maghriban dulu ya di TRIAL, takut abis waktunya kalo di jalan”, tanyaku. “Oh iya mal, yaudah gapapa. Sholat dimana dah di TRIAL?” tanyanya balik. “Oh, di parkiran aja paling, disitu ada pojokan yang jarang dilewati orang juga. Gapapa dingin dingin hehe”, jawabku. Jam memang sudah menunjukkan pukul 17.50 dan sudah masuk waktu maghrib (waktu maghrib di Tsukuba dimulai pukul 17.20). Aku pun mengambil botol air minum yang sudah kuisi saat di Hiracom untuk wudhu dan sholat maghrib. Meskipun dingin karena suhu menunjukkan 13 derajat dan angin juga cukup kencang, aku sudah mulai terbiasa untuk sholat di luar ruangan berkat teman-teman PPI yang sudah mempraktekkan tips & trick nya.

_____ Seusai sholat maghrib, kami pun berangkat pada jam 18.11. Karena berat, tentu kami menggowesnya lebih lambat dari saat berangkat tadi. Sambil mengayuh, aku mengajak Fedi mengobrol untuk memperlambat laju sepeda. “Oh ya Fed, tadi si Shauna ngajak ketemuan di Ichicom. Kesitu dulu yuk habis ini” ajakku biar Fedi nggak langsung balik ke asrama. “Eh iya, kok dia nggak bilang aku?” tanyanya. “Eh… mungkin karena tadi aku nanyain Shauna mau nitip apa dari TRIAL. Kan Shauna suka nitip nitip” jawabku agak ngeles. “Oooh yaudah” jawabnya dengan raut wajah yang tampak setuju. Hingga sesampainya kami di wilayah kampus Tsukuba wilayah utara, aku meliha bis Tsukuba yang sedang melaju menuju arah asrama Ichinoya. Aku harap itu bis yang dinaiki oleh Rae dan Shauna, karena kalau tidak bisa gagal rencananya. Oke, 18.42, sampailah kami di Ichicom. Kami pun masuk ke dalam aula Ichicom dan disana hanya ada Brian dan Leo, mahasiswa Filipina non AIMS (mahasiswa full time Tsukuba) dan Eli (mahasiswi Indonesia yang juga full time) sedang kerja kelompok. Eh…. gumamku terheran heran.

“Waduh, belum datang juga mereka ternyata”

_____ Leo bertanya, “Eh Akmal, Fedi, lagi ngapain? kerja kelompok juga?”. “Ah enggak, tadi anu…. si Shauna ngajak ketemuan disini, kalian liat Shauna nggak?” tanyaku balik. “Enggak tuh, kita dari tadi ber 3 doang disini, iyakan Bri, El?” tanyanya ke Brian dan Eli. Tiba tiba dari belakang pintu aula Ichinoya muncullah Shauna dan Rae, diikuti oleh teman teman AIMS lainnya yang 1 per 1 datang, “SURPRISE!!!”. Waduuhh, rupanya aku dan Fedi tak sadar kalau tembok di belakang kami sudah ditempeli oleh hiasan ulang tahun. Shauna pun langsung memakaikan topi ulang tahun kepada Fedi dan membagikannya kepada kami juga. Brian tiba tiba mengeluarkan kamera DSLR nya dan ckrek, terpotretlah Fedi’s Coronation.

Party Coronation (source: Brian Di Angelo’s gallery)

_____ Yeyyy, selamat berumur 20 tahun binusian! Brian, Leo, dan Eli pun diajak ikut untuk meramaikan suasana. Rupanya, Brian sudah dihubungi oleh Shauna untuk berjaga jaga di Ichicom untuk membawa kamera, dan pas kebetulan sedang ada tugas kelompok juga. Acara dimulai dengan potong-potong kue (cheese cake halloween dari costco nya enak beneran parah), dan juga pizza (yang sayang sekali sebagian tak bisa kumakan, kecuali yang all cheese. Minuman disediakan oleh teman teman Malaysia, sedangkan Nurul (yang lebih akrab disapa Irene) mendekorasi ruangan bersama dengan pacar barunya, Minh yang baru saja jadian Oktober lalu (keren ya, baru kenal sebentar udah jadian :)). Mizan kemudian datang karena habis mandi, sedangkan Nana datang agak belakangan karena sedang tidak enak badan. Kata Nana, Gaew tidak bisa datang karena sedang ada acara keagamaan Buddha dengan teman teman Thailand dan lainnya. Setelahnya datanglah Camille, Bosh, Enzo, dan Aien yang baru saja kembali dari kumpul kumpul OMDA Filipina.

Tim konsumsi ultah Fedi, Rae & Shauna (source: Brian Di Angelo’s gallery)

_____ Yosh, yang makan duluan adalah tim konsumsi, yaitu Rae dan Shauna. Brian ternyata bisa juga diajak buat foto foto muka yang lagi candid. Kemudian acara dilanjutkan dengan games yang sudah disusun oleh Irene dan Minh. “Oh iya mal, ajak Tony dan Joe, tadi mereka ada di asrama. Biar Fedi ada si Tony gitu haha” kata Mizan. “Ah iya, aku telpon aja kali ya” kataku. Aku pun mengajak Tony, agar mengajak Joe sekalian. Dan sekitar 5 menit kemudian mereka pun tiba di Ichicom. Nah, waktunya meminta Fedi untuk foto bareng cowok cowok Ichinoya 8 yang hampir komplit (kecuali Ezwan, yang sudah jelas pasti sedang bersama Nurin entah kemana). Tak lama kemudian, teman teman yang Jepang sudah datang, yaitu Aiko dan Riki, yang rencananya akan berangkat AIMS ke Malaysia tahun depan. Kami awalnya mengajak Kohei dan lainnya untuk datang, namun karena mereka sedang sibuk, jadi diwakili oleh Aiko dan Riki. Ini adalah pertama kalinya Riki menampakkan wajahnya, karena ia sangat pasif di grup LINE dan tergolong baru saat mendaftar AIMS. Sebenarnya Fedi dan Tony tidak ada hubungan apa apa, hanya sekedar teman saja, cuma yah karena ada rasa yang tak biasa, sejak pertama berjumpa di gereja…. ceileh~….. Yak, cheese!

Cowok Ichinoya 8 + bonus. Kiri->Kanan : Bosh (PH), Minh (VN), Enzo (PH), Mizan (BN), Joe (TW), Fedi (ID), Tony (TW), Riki (JP), dan Aku 😀 (source: Brian Di Angelo’s gallery)

_____ Akhirnya tibalah di penghujung acara, meskipun makanannya belum habis (karena Ichicom akan dimatikan lampunya pada pukul 8 malam, kecuali sudah reservasi tempat terlebih dahulu dan kita belum reseravsi). Aku pun mengemas makanannya, kue dan pizza kejunya untuk sarapan besok pagi. Sebagai penutup, kami berfoto bersama sama, sebagai AIMS angkatan 2018-2019 Fall. (Bonus Minh yang lengket dengan Irene karena 2 sejoli baru). More cheese!!….

Yuk foto rame rame. Mulai dari kiri ke kanan: Fareena (MY), Enzo (PH), Riki (JP), Mizan (BN), Joe (TW), Shauna (PH), Aien (PH), Fedi (ID), Camille (PH), Rae (PH), Bosh (PH), Aiko (JP), Sarah (MY), Nana (TH), Nurul (BN), Minh (VN), Tony (TW), dan aku. (source: Brian Di Angelo’s gallery)

つづく~~>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: