Fumidasou! 34 – Ayo Belanja Malam!

_____ Membeli sesuatu di Jepang tentu akan ada hal yang berbeda dengan membeli sesuatu di Indonesia. Selain karena masyarakatnya yang lebih gemar uang tunai dan agak “alergi” pembayaran cashless (kecuali di beberapa kota besar, pembayaran non tunai lebih mudah dijumpai dan lebih banyak yang pakai), metode pembayarannya juga unik loh. Seperti yang ada dalam postingan sebelumnya ketika aku dan Fedi berbelanja di TRIAL, ada bagian kasir tak berawak di beberapa supermarket. “Hah masa sih? trus nanti kalau pembelinya nakal gimana?“. Nah itulah salah satu hal yang cukup berbeda di Jepang, karena warganya cenderung memiliki kedisiplinan dan kejujuran yang tinggi, jadi peluang untuk berbuat curang dalam pembayarannya pun rendah. Selain perihal pembayaran yang akan kujelaskan dibawah, ada poin yang lebih penting dan tentunya lebih disukai oleh kita semua, terutama kaum mahasiswa yaitu, KORTING alias POTONGAN HARGA… HAHAHA!

  1. Mesin Penjual Otomatis (自動販売機 = Jidōhanbaiki)

_____ Pertama tama, aku mulai dengan mesin penjual otomatis. Berdasarkan businessinsider.com, Jepang memiliki kurang lebih sekitar 5,5 juta mesin penjual yang tersebar ke seluruh penjuru negeri, dari kota besar, hingga ke desa kecil di pelosok gunung. Awalnya kukira artikel ini agak sedikit lebay, “yakali sebanyak itu, berarti ada 1 mesin penjual untuk 23 orang, alias mesin : manusia = 1 : 23. banyak banget euy” pikirku, hingga aku tinggal di Jepang. Rupanya hal tersebut masuk akal, mengingat di kampus saja aku menemukan banyak sekali mesin penjual, di gedung yang rutin menjadi ruang kelasku saja tiap lantai ada 2, bahkan ada yang lebih, belum lagi yang beredar di daerah perpustakaan, lapangan, dll. Tidak hanya di kampus, sepanjang jalan menuju masjid Tsukuba saja, yang notabene melewati sawah dan beberapa rumah warga saja kutemukan sedikitnya 5 mesin penjual, DI DAERAH PERSAWAHAN LHO!

Mesin penjual es krim 17 Ice di jalan raya Hiratsuka (source: personal snapshot)

_____ Tidak hanya di jalan dan di kampus, mesin penjual ini juga ada di daerah asrama, seperti 3 unit yang ada di depan asrama Emmanuel, dan 2 unit yang ada di dalam lobby asrama Pak Yuli. Sejauh ini, tingkat kepadatan mesin penjual terbanyak adalah di asrama Global Village, asrama tempatnya anak anak Internasional dan Jepang (semacam share house gitu), yaitu sebanyak 6 unit di lobby depan, dalam ruangan khusus pula. Mesin mesin penjual yang ada di Jepang umumnya menjual sesuatu yang segar dan dingin, seperti minuman dan eskrim. Tapi beberapa mesin penjual juga sedia minuman yang hangat, tinggal pilih dan tekan tombol untuk minuman hangat aja (冷たい/つめたい = Tsumetai = dingin, biasanya berwarna biru ; 暖かい / あったかい = Atatakai / attakai = hangat, biasanya berwarna merah). Selain itu bisa kita jumpai mesin penjual yag menjual coklat, ataupun kopi dan teh hangat dalam gelas, seperti yang ada di Global Village. Tak hanya itu, keanekaragaman mesin penjual yang lebih banyak dapat kita temui di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, dimana mesin penjual tidak hanya menjual produk makanan dan minuman jadi, tetapi juga menjual buah-buahan, telur, majalah, payung, ramen, pizza, hingga pakaian dalam (serius, ngga bohong!). Biasanya harga produk yang dijual di mesin penjual lebih mahal daripada di supermarket, tapi ya wajar karena mesin menyala hampir 24 jam (beberapa mesin memasuki mode doze antara jam 12 malam hingga jam 5 pagi untuk menghemat daya). Sebagai contoh, air minum merk Irohas (di Indonesia dikenal dengan nama Ades), dihargai sekitar 100 – 130 yen per botol ukuran 500 ml, sedangkan di supermarket seperti JASON kita bisa membelinya dengan harga 30-40 yen saja, bahkan kurang.

Mesin penjual minuman di jalan raya Hiratsuka (source: personal snapshot)

2. Minimarket atau Convenience Store (コンビニ = Konbini)

_____ Selanjutnya adalah apa yang biasa disebut sebagai konbini. Di Jepang, terdapat beberapa jenis konbini yang tersebar di seluruh negeri, antara lain Seven Eleven/ 7-11 (yang memiliki pangsa pasar tebanyak sekitar 36%), Family Mart (28%), Lawson (25%), Ministop (4%), dan lainnya seperti Yamazaki mart, Circle K, dll (7%) (statista.com). Karena tidak ada “Indoapril dan Betamart”, jadi semuanya pun bernuansa Jepang, berikut produk yang dijualnya. Mulai dari alat tulis, pakaian, majalah dan komik, makanan dan minuman kemasan, hingga snack dan bento pun komplit disini. Karena berfungsi sebagai toserba, jadi biasanya tersedia meja dan kursi sebagai tempat untuk menyantap hidangan yang telah kita beli dan disiapkan oleh kasir. Tak hanya itu, umumya konbini juga memiliki toilet yang cukup memadai, dengan kloset super canggih ala Jepangnya, sehingga bagi yang sedang berwisata dan hendak sholat dapat berwudhu di toilet konbini (kalau tidak antri dan asal jangan sampai becek kemana mana airnya).

_____ Konbini biasanya buka selama 24 jam juga. Makanya harganya pun cenderung lebih mahal dari supermarket. Biasanya 1 konbini dipegang hanya oleh sedikit orang saja sebagai kasir sekaligus pramuniaga, 1 untuk jaga shift pagi, 1 untuk jaga shift sore, dan 1 untuk shift malam. Beberapa konbini, terutama di tempat yang lebih ramai dapat memiliki karyawan lebih dari itu. Selain itu, dapat kita jumpai mahasiswa yang bekerja paruh waktu di konbini karena gajinya cukup lumayan dan tidak terlalu sibuk (tergantung tempat juga yah), bahkan untuk yang bekerja pada shift malam biasanya mendapat gaji lebih banyak dibanding yang bekerja pada shift pagi ataupun sore. Tak jarang, di beberapa konbini yang terletak dekat kampus ataupun perkantoran yang sifatnya global banyak dijumpai pegawai yang bukan orang Jepang, seperti orang Vietnam, India, bahkan Indonesia juga.

Lightbox konbini “LAWSON” daerah Amakubo 3. Tanda merah bertuliskan 酒 (sake) dan たばこ ( tabako) berarti menjual minuman beralkohol dan rokok juga (source: personal snapshot)

3. Supermarket (スーパー = su-pa-)

KASUMI

_____ Nah ini dia yang ditunggu-tunggu, sarangnya belanja murah hehehe. Di Tsukuba, ada 2 supermarket yang sering aku kunjungi, yaitu KASUMI (baik yang di dalam kampus maupun yang di jalan raya sakura), serta TRIAL (yang aku kunjungi bersama Fedi di postingan sebelumnya). Selain itu, Aku juga terkadang mengunjungi Don Quijote dan JASON. Sebenarnya masih ada beberapa supermarket lainnya yang tak kalah bagus, seperti Seiyu, dan York Benimaru, tapi aku memilih 4 ini karena yang sudah paling aku hafal seluk beluknya hehehe. Oh iya, sebagai catatan, KASUMI dalam kampus mungkin memiliki beberapa pengecualian karena termasuk baru banget berdiri 1-2 bulan sebelum aku masuk dan diresmikan 1 Oktober 2018 serta berkolaborasi dengan kampus Tsukuba, sehingga beberapa deskripsi mungkin akan berbeda setelah masa “debut” nya berakhir.

Kasumi buka 20
Papan tanda bahwa KASUMI supermarket dalam kampus sudah resmi dibuka (source: personal snapshot)

_____ Sebenarnya, jarak antara KASUMI jalan sakura lebih dekat daripada jalan ke KASUMI kampus. Selain itu, untuk kesana hanya perlu melewati jalan raya dan beberapa lampu merah saja, tidak perlu naik turun mengikuti kontur jalanan dalam kampus. Namun, kelebihannya KASUMI dalam kampus adalah tersedianya mesin kasir mandiri, pengisian kartu poin WAON (nama penyedia kartunya), dan terkadang ada sampel makanan gratis (maklum, wilayah mahasiswa, banyak sampel). KASUMI dalam kampus juga terkadang mengadakan bazaar sepeda di halamannya, dan kita bisa membeli sepeda bagus hanya seharga belasan ribu yen. Karena termasuk bangunan baru, jadi dekorasinya lebih menarik (untuk saat ini sedang tema Halloween), dan dilengkapi dengan beberapa toilet yang luas, lengkap dengan kloset canggihnya sehingga sangat menunjang kenyamanan pengunjung.

KASUMI
Peta rute menuju KASUMI supermarket dalam kampus dari Ichinoya (source: Google Maps)
Kasumi 20
Tampilan luar KASUMI supermarket dalam kampus saat malam (source: personal snapshot)

_____ Untuk KASUMI dalam kampus, beberapa jenis seafood dijual dengan sangat murah, misalkan ikan fillet hanya 79 yen, bahkan saat diskon malam pun bisa menjadi 49 yen. Selain itu, udang atau cumi goreng asam manis hanya 100 yen dan itupun sudah dapat 7 buah dengan potongan yang cukup baik hati. Hal terbaik adalah, tersedianya telur yang enak dan murah, karena hanya 100 yen, sudah dapat telur yang bisa dimakan mentah karena sudah bebas Salmonella (dimakan matang juga enak). Kekuranganya jika dibandingkan dengan KASUMI jalan sakura adalah harga barang selain itu cenderung sedikit lebih mahal. Maka dari itu, aku terkadang bergonta-ganti untuk beli di KASUMI dalam kampus dan KASUMI jalan sakura.

_____ Contoh beberapa barang yang ada di KASUMI dapat dilihat pada slideshow diatas. Beberapa tampak terhias dengan label harga kuning, tanda sudah didiskon sekian persen. Ciri khas label kuning dari KASUMI (sakura maupun dalam kampus) adalah label kuning dengan garis merah di atasnya. Yogurt morinaga 400g yang aku beli diatas awalnya seharga 250 yen, ikan fillet nya pun harga aslinya adalah 98 yen (diskon 50%). Nah untuk roti, diskonnya lebih gokil lagi, karena roti tersebut 1 pack nya kira kira sekitar 130 yen, dan roti-roti tersebut aku beli di KASUMI jalan sakura saat pukul 11 malam, setelah aku kerja kelompok. Setelahnya ada ikan Amberjack fillet yang harga aslinya adalah 150 yen per 100 gram. Nah untuk bangsa mie-mie an, tersedia soba dan udon mentah tanpa bumbu seharga 38 yen. Murah banget kaaan, tinggal bikin bumbu sendiri dan tadaa~ sudah bisa menikmati udon atau soba kurang dari 100 yen (kalau beli di luar paling murah sekitar 300 yen dan itupun di kampus). Oh iya, udon dan soba biasanya relatif aman untuk dikonsumsi muslim karena yang akuk temukan disini tidak mengandung bahan bahan yang mencurigakan.

Kasir 20
Mesin kasir mandiri di KASUMI supermarket dalam kampus (source: personal snapshot)
Kartu WAON
Point Card KASUMI supermarket (source: personal snapshot)

_____ Untuk pembayaran, KASUMI jalan sakura maupun dalam kampus menerima pembayaran kartu WAON dan kartu kredit, namun untuk KASUMI dalam kampus tidak menerima pembayaran tunai sedangkan KASUMI sakura masih menerima. Dan, di KASUMI dalam kampus lebih banyak kasir mandiri, sehingga pengunjung melakukan checkout secara mandiri dengan men-scan barcode ataupun memasukkan data jumlah bahan pada layar monitor (untuk bahan yang tidak berbarcode, seperti sayuran curah, dll). Di KASUMI dalam kampus tersedia minuman gratis untuk tiap pengunjung dengan mengambil gelas kertas yang tersedia. Terdapat 3 jenis minuman yang disediakan, yaitu air putih, teh hijau, dan teh houjicha.

TRIAL

TRIAL logo
Logo TRIAL Super Center (source: http://sagasuyo.jp/2017/12/03/)
TRIAL
Peta rute menuju TRIAL supermarket dari Ichinoya (source: Google Maps)
TRIAL look
Tampilan tampak luar TRIAL super center (source: Google Maps)

_____ Selanjutnya adalah TRIAL, salah satu supermarket yang lebih besar jika dibandingkan dengan KASUMI arena tidak hanya menjual makanan dan kebutuhan sehari hari, tetapi juga menjual perabotan, elektronik, pakaian, dan lainnya. Letaknya cukup jauh jika dibandingkan dengan kedua KASUMI, namun demi harga yang murah kenapa enggak? hehe. Di TRIAL, varian yang didiskon biasanya lebih variatif, tidak hanya terbatas pada bahan segar, produk dairy, dan roti saja, tetapi produk olahan juga seringkali didiskon dengan jumlah yang lumayan, seperti cokelat, es krim, keripik, dll. Tak hanya itu, salah satu bagian terbaik dari TRIAL adalah, mereka juga menjual takoyaki (bola bola berisi gurita) yang enak banget.

_____ Seperti yang tertera di foto diatas, saat pertama kali masuk TRIAL, kita disuguhi oleh barang barang yang sedang didiskon gede gedean sesuai bulan yang berlaku, seperti November yang sudah mulai dingin, maka dijual berbagai baju hangat dengan harga yang murah. Selain itu, di bagian luar TRIAL dijual pula peralatan berkebun serta beragam benihnya. Selanjutnya di bagian perawatan tubuh terdapat berbagai jenis perawatan tubuh yang lebih lengkap dibandingkan KASUMI, karena tidak hanya menjual sebatas sabun, shampo, dan lotion, tetapi juga menjual masker, riasan, dan lainnya yang kebanyakan adalah merk asal Jepang. Lalu di bagian makanan siap santap, terdapat takoyaki, gyoza, ayam goreng, sashimi, hingga sushi. Sushi disini tergolong murah dan cukup enak (meski masih lebih enak yang di sushi bar sih menurutku). Apalagi, karena sushi dan sashimi tergolong makanan yang perishable, jadi sudah didiskon 20-30% saat sekitar jam 7 malam. Lumayan banget kan! Dan tidak hanya makanan siap santap yang sifatnya persihable saja yang didiskon setelah malam tiba, tetapi seafood dan daging pun juga didiskon (kecuali ayam beku mungkin nggak didiskon di hari yang sama). Dan untuk yang ingin mencari jajanan dalam kemasan, TRIAL cukup recommended lah karena menjual banyak sekali varian, mulai dari coklat, keripik, biskuit, senbe, hinga jajanan tradisional Jepang. Sebagai contoh, sekotak dango dengan tsubu’an (pasta kacang merah) atau ama dare (saus walnut manis) berisi 3 tusuk (1 tusuk 4 bola) hanya dihargai 100 yen (dan bisa diskon 30% juga kalau sudah malam). 1 hal lain yang positif dari TRIAL adalah harga yang tercantum sudah termasuk pajak, jadi tidak perlu puyeng lagi memikirkan harga setelah pajaknya yang ditambah 8% – 10%.

Don Quijote

月乗りドンペンとドン・キホーテロゴ
Logo Donquijote dengan pinguinnya yang khas (source: https://career.abroaders.jp/job_offers/rcnth_47874)
DONQUIJOTE
Rute menuju Don Quijote dari Ichinoya (source: Google Maps)
DONQUIJOTE look
Tampak luar bangunan supermarket Don Quijote Tsukuba-Kenkyūgakuen (source: Google Maps)

_____ Selanjutnya adalah Don Quijote, supermarket yang letaknya paling jauh dari asrama maupun kampus, bahkan berjarak 1 stasiun loh dari stasiun Tsukuba (turun di stasiun Kenkyūgakuen). Meskipun jauh, daerah ini merupakan daerah yang tergolong baru (seperti daerah BSD kalau bagi tangerang) sehingga jalanan dan bangunannya terasa lebih modern dan rapi. Don Quijote banyak ditemukan di berbagai tempat di Jepang, salah satunya yang terkenal adalah yang ada di Asakusa, Tokyo. Don Quijote sangat identik dengan ikon nya, yaitu seekor pinguin lucu, serta lagunya yang unik “don don don donki, donki hote~”. Barang yang dijual di Don Quijote kurang lebih mirip dengan TRIAL, hanya dikurangi bagian bahan segar dan bento (makanan berat) saja karena Don Quijote lebih fokus pada produk dalam kemasan. Kalau ingin membeli make up dan perawatan tubuh, serta pernak pernik dan oleh oleh (pokoknya yang fancy), tempat ini merupakan yang paling recommended.

_____ Sebagai contoh, produk cokelat di Don Quijote harganya cenderung miring, pake banget. Memang, beberapa tidak jauh berbeda dengan TRIAL dan KASUMI, tapi karena diskonnya bergilir, asalkan bisa membaca daftar tanggal produk yang didiskon dan paham polanya, niscaya bisa mendapat camilan dengan harga murah. Mirip seperti TRIAL, Don Quijote juga menjual benih tanaman, jadi cocok banget bagi yang ingin berkebun di kosannya. Karena Don Quijote berfokus pada produk olahan, maka tak heran jika beberapa produk olahan yang dijual disini tidak dijual di tempat lain, seperti “Lotte GHANA” yang berwarna kuning, dan “Morinaga Mamii”, minuman susu dengan bakteri asam laktat (乳酸菌 = Nyūsankin) yang enak, murah, dan desain kemasannya yang unyu banget.

JASON

_____ Sekilas, JASON tampak paling pucat dan kurang menarik dari segi bangunan dan “suara” nya pun tidak terlalu terdengar. Namun, bila sudah tahu supermarket yang ini, dijamin langsung kepincut karena hal yang ditawarkan disini merupakan hal yang tidak ditemui di 3 lainnya. JASON memang tidak punya ikon ataupun dekorasi khusus, karena memang interirornya pun tampak seperti toko grosir yang membosankan, titik. Maka dari itu, barang yang dijual disini kalau harganya miring, maka miringnya tidak kira kira. JASON sendiri terletak di jalan sakura, tepat di depan KASUMI jalan sakura dan disebelahnya showroom mobil Daihatsu.

Bangunan supermarket JASON tampak luar (source: Google Maps)
Rute dari asrama menuju JASON (source: Google Maps)

_____ Hal yang menjadi poin plus JASON adalah minumannya, iya minuman, mulai dari air mineral, kola, jus, teh, kopi, semuanya banting harga. Bayangkan, jika kamu membeli sebotol air mineral 500 ml dengan harga 100 yen di mesin penjual, dan di supermarket lainnya bisa hanya dengan 70-80 yen. Di JASON, kamu bisa mendapat air mineral botolan dengan harga 40 yen, DENGAN UKURAN 2 LITER. マジで!!!Ya, hal tersebut juga berlaku untuk minuman lainnya seperti teh botolan dan kopi kalengan, dimana toko yang lain menjual sekitar 100-120 yen sedangkan di sini bisa sampai 30-40 yen saja. Bahkan, kopi botolan yang aku beli seperti foto di bawah ini hanya dihargai 9 yen saja, alias kurang dari 1500 rupiah. Disini juga dijual pakaian, kebutuhan harian seperti sabun dan shampo, hingga alat masak layaknya TRIAL, namun dalam jumlah dan varian yang lebih sedikit. Oh iya, di JASON juga dijual makanan dengan rasa-rasa yang tidak dijumpai di 3 lainnya lho. Nah demikianlah review dari beberapa tempat belanja di Tsukuba, selamat berbelanja dan berhemat ala mahasiswa 😀

Kopi 9 Yen loh, alias cuma 1100-an perak (source: personal snapshot)

まとめ / Rangkuman

Mesin penjual: (+) Jumlah sangat banyak, praktis, tersedia minuman dingin / hangat (-) Harga mahal, 1 mesin 1 jenis produk

Konbini: (+) Buka 24 jam, beberapa memiliki mesin fotokopi & print, tersedia di banyak tempat (-) Harga mahal, varian produk terbatas hanya untuk kebutuhan mendasar

Supermarket KASUMI: (+) Paling bagus untuk bahan segar karena banyak produk lokal dan tampak baru ditangkap/dipanen, harga murah untuk sayur, telur & roti, tersedia minuman gratis di KASUMI kampus, dekorasi paling menarik dan tematik (-) KASUMI kampus hanya menerima pembayaran kartu, jam diskonnya suka tidak tentu dan terkadang terlalu malam, harga untuk produk non makanan dan makanan kemasan agak mahal

Supermarket TRIAL: (+) Varian barang yang dijual paling lengkap, harga secara umum murah, jam diskon lebih jelas, tersedia tempat istirahat untuk duduk santai dan makan makanan yang dibeli, harga yang tertera sudah termasuk pajak, tersedia makanan siap santap (-) Lokasi agak jauh dan tidak ada akses kendaraan umum yang dekat

Supermarket Don Quijote: (+) Tempat terbaik untuk mencari make up dan barang barang fancy, beberapa varian produk tidak dijual di tempat lain, dekorasi sangat mentereng dan ikonik, harga murah untuk snack (-) Kurang baik untuk membeli bahan segar, tempat sangat jauh meskipun dekat dengan stasiun kereta

Supermarket JASON: (+) Tempat terbaik untuk membeli minuman karena harganya yang kelewat miring, beberapa varian produk tidak dijual di tempat lain, paling dekat dengan asrama Ichinoya (-) Kurang baik untuk membeli bahan segar, agak gerah di dalam supermarketnya

つづく~~>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: