Fumidasou! 38 – Naga dan Apel

_____ Bulan November ini tampaknya sangat ramai dengan acara acara. Benar kata orang Jepang bahwa musim gugur itu memang pusatnya berbagai festival dan perayaan, termasuk orang Indonesia yang ada di Jepang. Kali ini, PPI Ibaraki berencana mengadakan wisata bersama ke 3 tempat, YEAYYY! Tempat yang ingin dikunjungi antara lain Jembatan Gantung Ryujin (竜神大吊橋, Ryūjin Ootsuribashi), kebun apel yang ada di kota Daigo, dan Air terjun Fukuroda (袋田の滝、Fukuroda no Taki). Informasinya dipajang di grup PPI Ibaraki, dan terbatas hanya untuk 52 pendaftar alias 1 bis. Untuk harganya tergolong cukup ramah kantong, terima kasih PPI Ibaraki karena sudah merancang agenda yang sangat terjangkau buat semuanya. Nah aku pun tertarik untuk mengikutinya, sehingga namun sepertinya mahasiswa exchange yang short stay lainnya tidak mengikuti acara ini. Namun, tidak apa apa, di dalam bis masih banyak anggota PPI lainnya yang aku kenal, sehingga ngga krik krik banget gitu, seperti kak Ridho, Nadia, Kak Guntur, Kak Hadi, Mas Fikri, Pak Supri dan keluarga, serta yang lainnya. Oh iya, piknik ini juga mengajak Arai-san selaku perwakilan komite peduli Ibaraki lho.

_____Nah hari H yang dinanti-nanti telah tiba. Aku pun membawa bekal makan siang serta beberapa camilan untuk dibagi bagi bersama di bis. Mula mula, aku pergi ke Ichicom sebagai titik kumpul awal awal sambil menunggu bis nya datang. Tapi yahh begitulah, walaupun direncanakan kumpul jam 8, tetapi baru kumpul lengkap pukul setengah 9. Oke gapapa, lanjuut!!! Satu persatu, kami semua masuk ke dalam bis. Arai-san rupanya sudah dari tadi menunggu di depan bisnya setelah memarkir mobil di parkiran Ichinoya bersama kak Ridho. Memang ya, orang Jepang kalo soal waktu agak strict hehe. Oke, semuanya sudah masuk dan panitia sudah selesai mengabsen siapa siapa saja yang sudah masuk. Bis pun akhirnya siap berangkat, yeay. Oh iya, sayang beribu sayang, baterai HP ku dalam kondisi lowbat sehigga aku tidak banyak memotret dalam perjalanan ini karena harus jaga baterai dan HP ku terantai dengan powerbank 😦 .Tak apa lah, nanti aku bisa meminta beberapa fotonya dengan kaka kaka fotografer yang ada di sini, seperti kak Hadi dan kak Donny.

Panitia piknik musim gugur PPI 2018 yang ceria (source: Kak Hadi’s gallery)

_____ Sepanjang perjalanan, aku bisa duduk sendiri karena beberapa bangku di belakang hanya berisi 1 orang sehingga lebih lega. Selama perjalanan, aku hanya bisa tidur, mendengarkan lagi pakai HP, dan mengobrol dengan orang di bangku seberangku, mbak Idah dan Nadia karena baterai HP ku dalam kondisi kritis. Selain karena HP yang sudah tua sehingga lebih boros dalam konsumsi daya baterai, udara dingin juga membuat HP ku semakin tidak bertahan lama, bahkan pada meteran baterai tinggal 30% saja sudah bisa mati sendiri. Tetapi, selama perjalanan aku tidak merasa bosan karena banyak orang yang bisa diajak mengobrol dan bercanda, plus ada juga yang bagi bagi makanan nih seperti Widya dan Emily. Suasana dalam bis pun cukup ramai, mulai dari anak anak yang nyanyi nyanyi ceria, sampai bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengobrol. Aku penasaran, pak supir bisnya puyeng gak ya dengan keramaian ini, apalagi kita semua ngobrol dalam Bahasa Indonesia, hmm ?? Perjalanan kami dimulai dari pergi ke jembatan gantung dengan waktu tempuh hampir 2 jam. Jalanan memang tidak macet, namun karena jalanannya yang menanjak agak curam dan berkelok kelok, bis jadi tidak bisa melaju kencang.

Suasana dalam bis pada piknik musim gugur PPI 2018 (source: Pak Deba’s gallery)

_____ Karena perjalanannya cukup lama, aku pun tertidur di bis. Maklum, kondisi jalanan yang bikin pusing, serta waktu tidurku yang minim semalam akibat mengerjakan tugas membuat diriku mudah mengantuk dan akhirnya terlelap. Sesampainya di jembatan gantung, 1 per 1 orang pun keluar dan aku pun dibuat takjub dengan jembatannya. Jembatannya sendiri memiliki rangka baja yang menjulang tinggi, dan pada beberapa bagian, lantai jembatannya terbuat dari kaca sehingga membuat suasana makin menegangkan. Ditambah lagi, jembatan ini juga memiliki wahana bungee jumping, cocok sekali bagi yang ingin memacu adrenalin (kalo aku sih ogah ^o^). Sebelum berjalan ke jembatan, kami berfoto dahulu di depan jembatannya, sambil menghadap mural art naga yang cukup keren. Bicara soal nama jembatan ini sendiri, 竜神, Ryūjin, berarti dewa naga. Hal ini pun terlukiskan pada mural art di dinding besar di depan jembatan.

PPI Ibaraki sudah sampai di tempat piknik musim gugur yang pertama – Jembatan Gantung Dewa Naga (source: Kak Hadi’s gallery, adjustments included)

_____ Sepanjang jembatan banyak orag yang berfoto foto sambil melihat pemandangan ngarai yang terbentang di sampingnya. Bagus sih, karena pepohonan dengan daun hijau, kuning, merah, dan coklat saling berpadu, berikut sungai jernih yang mengalir di bawahnya. Tetapi, pemandangannya sangat menyeramkan karena anginnya agak kencang dan aku pun agak takut ketinggian. Di ujung jembatan terdapat taman bunga yang cukup apik, dengan beberapa pohon yang memiliki daun merah-pink. Beberapa orang tampak mencoba bungee jumping di bagian tengah jembatan, dan wuuuushhh….. peserta pun meluncur ke bawah.

Tulang penyangga jembatan gantung yang tinggi menjulang (source: personal snapshot)
Lampu lampu gantung di jembatan (source: personal snapshot)
Suasana di jembatan. Serem ihhh kalo lihat ke bawah (source: personal snapshot)
Pemandangan menghadap ke sisi lain jembatan yang ada tamannya (source: personal snapshot)
Jembatan gantung dari sisi yang lain (source: Pak Supri’s gallery)

_____ Untungnya saat kami datang ke sini pengunjungnya sedang tidak terlalu ramai sehingga masih bisa berfoto dengan leluasa tanpa banyak gangguan. Karena hanya dijatah sampai jam 11 saja disini, maka tak lengkap kalau aku tidak mengambil foto. Yaa.. kak Hadi, onegaishimasu. Hari itu aku mencoba mengenakan jaket yang kudapat dari 0 Yen Market yang diberikan oleh ibu panitia. Jaketnya sangat bagus dan nyaman dipakai serta mampu meredam dingin dan angin kencang yang menerpa, namun kelemahannya adalah 1. Jaketnya berat lho! Seusai berfoto, kami semua kembali ke bis dan bersiap untuk ke tempat selanjutnya di kebun apel untuk piknik makan siang dengan bonus memetik dan makan apel sepuasnya.

Foto dengan jaket bagus dari 0 Yen Market (source: Kak Hadi’s gallery)

_____ Setelah menempuh sekitar 1 jam perjalanan, kami akhirnya sampai di perkebunan apel kota Daigo, sebuah kota kecil di Prefektur Ibaraki. Mula mula kami registrasi dahulu di resepsionis yang ada di bagian depan kebun. Setelahnya, kami dipersilahkan masuk ke dalam kebun sambil dijelaskan mengenai cara memetik apel yang baik dan benar serta jenis jenis apel yang ada di dalamnya. Hmm… menarik nih, sepertinya kita akan sangat kenyang karena masing masing sudah membawa bekal dan beberapa ibu ibu menyiapkan bekal ekstra untuk dibagi bagi bersama. Selain itu, karena bisa memetik apel sepuasnya secara GRATIS (kecuali kalau dibawa pulang baru bayar), maka kita akan sangat kenyang setelah balik dari sini. Alhamdulillah.

Jadi, selanjutnya kita ngapain aja? Yuk cek di postingan selanjutnya!

つづく~~>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: