Fumidasou! 42 – Awal Pertemuan

_____ Setelah 2 bulan di Jepang, tak hanya belajar hal yang baru saja seperti sistem wilayah di Jepang, pendidikan di Jepang, serta hal hal yang berbau saintifik, aku juga berkenalan dengan banyak teman dari berbagai negara, terutama anak anak AIMS karena kita berada di bawah naungan yang sama, meskipun mahasiswa internasional selain AIMS (baik yang short stay dan full-time student) juga kenal sih. Jadi sebenarnya, dari mana sih kita mengenal satu sama lain? Salah satu alasannya adalah karena kita berada dalam 2 asrama yang sama (1 untuk putra 1 untuk putri ya). Selain itu, anak-anak AIMS karena sama sama berasal dari Asia Tenggara yang notabene secara fisik maupun budaya ngga beda jauh-jauh amat, jadi tentu saja akan lebih mudah berbaur. Selain itu, kita juga didampingi oleh beberapa teman-teman dari Jepang seperti Kohei dan kawan-kawan yang supelnya minta ampun (terutama Kohei sih haha). Jadi, perkenalan dimulai beberapa waktu sebelum aku datang, tepatnya di awal september karena aku merupakan salah satu yang datangnya agak belakangan. Hal pertama yang terjadi (berdasarkan cerita anak-anak Filipina) adalah mereka sempat ngariung dulu di Restoran Coco Ichibanya bersama dengan teman-teman Jepang sehingga membuka channel untuk kebelakangnya. Kenapa bisa ketemu padahal belum kenal? Simpel, karena Kohei sangat dekat dengan anak anak Asia Tenggara, salah satunya adalah mahasiswa Filipina yang merupakan full-time student di Tsukuba (malah Kohei kayaknya lebih dekat sama semua orang internasional deh daripada orang Jepang sendiri).

Foto makan malam pertama (source: Enzo’s gallery)

_____ Karena yang pertama kali datang adalah anak-anak Filipina (kecuali Camille), disusul dengan Brunei lalu Malaysia, maka Kohei pun menghubungi anak-anak Filipina yang baru datang tersebut. Dan tentu saja, karena kedua negara yang lain sudah datang seminggu setelahnya maka mereka pun akhirnya berkumpul di restoran tersebut. Tak lupa mereka juga tampaknya mengajak Fabio (anak exchange juga tapi beda program asal Brazil, berdarah separuh Jepang namun tak bisa Bahasa Jepang) dan 2 lainnya (aku nggak kenal siapa itu). Salah satu perantaranya selain Kohei dari sisi mahasiswa Jepangnya adalah Jan, mahasiswi full-time asal Filipina yang juga dekat dengan Kohei dan teman teman PPI sehingga komunikasi pun semakin terbuka lebar. Di makan malam tersebut, Kohei juga mengajak alumni AIMS tahun sebelumnya asal Jepang, yaitu Hikaru dan Erina yang sempat ke Malaysia sebelumnya.

_____ Acara membaur yang pertama rencananya diadakan Kohei saat awal Oktober, yaitu sambil membantu panen raya keluarga Nobuyuki (lihat Fumidasou! 13) setelah mahasiswa Indonesia dan Thailand datang. Namun, karena tempatnya cukup jauh dan tidak ada yang punya sepeda (sebenarnya ada, tapi pada mager bangun pagi juga hehe), jadi hanya aku sendiri yang berangkat. Alhasil, “makrab” pertama yang akbar diadakan beberapa waktu setelahnya yaitu saat acara festival makanan dan sake dari Tohoku (sebuah daerah di bagian timur laut Jepang yang terkenal dingin) yang diadakan di Tsukuba Center. Kohei membagikan poster ini untuk kita semua agar berkumpul bareng bareng di Festival tersebut, terlebih masuknya juga gratis. Kami pun bersepakat untuk berkumpul di acara tersebut dan Kohei pun berencana mengenalkan kami pada orang Jepang lainnya yang akan bergabung ke kelas AIMS. Waah jadi nggak sabar ya!

Poster festival makanan dan sake dari Tohoku (source: Kohei’s gallery)
Denah dan pengisi festival makanan dan sake dari Tohoku (source: Kohei’s gallery)

_____ Akhirnya hari H pun tiba. Aku berangkat ke Tsukuba Center menggunakan bis bersama Fedi. Karena masih belum familiar dengan lokasinya, maka kami pun agak bingung mencari tempatnya. Namun karena mengikuti kemana arah orang orang berkumpul, kami pun dengan mudah menemukan lokasinya. Disana sudah ada teman teman dari Malaysia dan Filipina yang sudah datang lebih dulu. Tak lama kemudian, teman teman dari Thailand pun datang dari bawah lapangan Tsukuba Center (karena terminal bisnya ada di bawah lapangan). Kohei dan seorang Jepang lainnya, Yukine (lebih akrab dipanggil Yuyu) pun datang terakhir kalinya. Nah, Kohei dan Yuyu mula mula menjelaskan apa aja yang ada di festival jajanan ini karena isi posternya Bahasa Jepang semua. Dia pun mengajak kami berkeliling, mulai dari panggung musik, stand sake, stand makanan laut segar, hingga stand makanan matang seperti takoyaki dan kebab (yang terdengar paling wajar untuk dimakan bagiku saat itu). Oke, satu persatu dari kami pun membeli makanan sambil menikmati atraksi yang ada. Kohei tampaknya yang kelihatan paling lapar karena sudah beli dan makan duluan hihi.

Selfie dulu sisst (source: Sarah’s gallery)

_____ Kohei dan Yuyu pun kemudian menjelaskan kalau festival ini diadakan untuk membantu ekonomi daerah Tohoku yang terkena bencana beberapa tahun silam (itu loh, yang gempa 9 skala richter pada Maret 2011 lalu). Maka dari itu pemerintah Tohoku lagi gencar-gencarnya membangun ekonomi masyarakat setempat dari berbagai festival jajanan di daerah daerah lainnya yang ekonominya lebih stabil (di luar 6 prefektur yang ada di wilayah Tohoku). Selain itu, untuk menggenjot ekonomi pun, wisata ke Tohoku banyak yang diberikan promo agar masyarakat berpergian ke wilayah tersebut dan memutar uang yang ada. Mantep ga sih? Nah, wilayah Tohoku itu terkenal dengan makanan lautnya yang mentah mentah, sake, dan festival yang ramai, selain dari iklimnya yang lebih dingin. Maka dari itu, nggak heran kalau di festival ini lebih mudah dijumpai makanan khas Jepang yang mungkin terdengar aneh dan jarang kita temui di tempat lain, apalagi di luar negeri karena yang biasa kita temui di Indonesia kebanyakan adalah makanan khas daerah Kanto (terutama Tokyo), Osaka, dan kota kota besar lainnya.

Suasana festival makanan dan sake Tohoku di Tsukuba Center (source: Enzo’s Gallery)

_____ Setelah acara “makrab” yang pertama ini, kami Kohei merencanakan untuk mengadakan gathering yang selanjutnya yaitu dengan bersepeda dan mendaki Gunung Tsukuba pada pertengahan Oktober. Namun, sayang beribu sayang, pada hari itu aku sudah ada janji untuk bertemu dengan Emmanuel pada pagi harinya dan Takuya pada sore harinya sehingga aku tidak bisa ikut. Selain itu, baru banget hari sebelumnya aku dari Gunung Tsukuba bersama dengan Pak Yuli dan Izhar (lihat Fumidasou! 22) sehingga masih belom kangen untuk kesana. Makanya, aku meminjamkan sepedaku pada Mizan, teman sebelah kamarku yang dari Brunei. Mereka pun berangkat ke Gunung Tsukuba bersama tanpa aku, sebagian besar naik sepeda sedangkan beberapa naik bis. Dan ternyata Yuyu dan Aiko (mahasiswi Jepang yang akan ikut AIMS juga ke Malaysia) ikut juga dengan rombongannya. Maaf guys, pengen ikut sih tapi udah ada jadwal lain dan 😦

Anak AIMS yang berangkat ke Gunung Tsukuba dengan sepeda (source: Kohei’s gallery)
Kumpul di tengah Gunung Tsukuba (source: Enzo’s Collection)
Kuil Gunung Tsukuba di awal musim gugur (source: Enzo’s gallery)

_____ Rupanya saat di Gunung Tsukuba, mereka mendaki sampai puncak, pergi ke kuilnya dan melakukan hal seru lainnya. Meskipun setelah sampai asrama, salah satu cerita yang kudapat adalah Mizan mengatakan kalau kakinya kaku dan pegal minta ampun karena lelah mengayuh di jalanan menanjak (yaiyalah itu tanjakannya gila banget curamnya di Gunung Tsukuba). Suatu hal yang baru aku jalankan saat ke Gunung Tsukuba bersama Emmanuel di pertengahan November. better late than never, right? Karena itulah aku agak menyesal gimanaa gitu karena tidak bisa ikut bersama mereka, tapi aku berjanji pada mereka aku berusaha untuk ikut di gathering selanjutnya, dan YA! Aku pun ikut pada kegiatan tamasya selanjutnya ke tempat yang lebih jauh, lebih unik, dan lebih ramai. Dan, pada tamasya selanjutnya juga dimeriahkan oleh beberapa orang baru lho. Kemana tuh? Yuk baca di postingan selanjutnya!

つづく~~>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: