Teppan 2 – Alergen Jepang

     Hooi, balik lagi dengan Teppan dimana kita akan ngerumpiin pangan yang tak lain tak bukan adalah makanan di Jepang. Untuk postingan ini, kita akan membahas yang sedikit  lebih “ringan” di otak, tapi “berat” di badan. Eh?? maksudnya apa tuh?? Iya, ALERGEN, karena untuk membahas ini nggak pake peraturan dan dalil yang kompleks, tapi kalo dilanggar efeknya bisa u~lala.

     Alergen sendiri adalah zat yang bisa merangsang sistem imum kita untuk melawan karena zat tersebut dianggap asing, atau ancaman. Komponen alergen umumnya berbentuk protein atau peptida. Singkatnya, bila kita mengonsumsi produk yang mengandung alergen, dan kebetulan kita memang mengidap riwayat alergi dengan alergen tersebut, maka dalam waktu dekat akan timbul dampak yang tidak diharapkan, mulai dari gatal, warna kulit berubah, rasa panas, dsb. Endingnya~ tubuh mensekresikan “pemusnah” zat asing tersebut yang berujung pada efek” diatas (reaksi alergi). Alergi berbeda dengan intolerans karena alergi berhubungan dengan sistem imum, sedangkan intolerans berhubungan dengan sistem pencernaan, seperti ketiadaan enzim pencerna zat tertentu.

     Secara umum, terdapat 8 alergen yang umum dijumpai pada bahan pangan, yaitu: Susu, telur, ikan, crustacean shellfish, kacang pohon, kacang tanah, kedelai, dan gandum. Kedelapannya sering disebut THE BIG 8, karena mencakup sekitar 90% kasus alergi yang ada dan harus dinyatakan dalam kemasan pangan, sesuai dengan USA FALCPA (Food Allergen Labeling Act). E, tunggu dulu, itu kan yang berlaku di banyak negara, termasuk Indonesia, gimana dengan Jepang?? Sama atau beda? Jawabannya….. BEDA!

Negara lain: Kita tetapin alergen pangan 8 yak. Kudu wajib harus dicantumin di kemasan biar gak ada yang salah makan!

Jepang: Oh 8? Mon maap nih, kita ada 27.

Negara lain: Ebuseet banyak bener dah….. apa aja dah ntu?

Di Jepang ada 7 sumber alergi utama (7大アレルゲン), yaitu:

1. Udang (えび、ebi)

     Udang bisa memicu anafilaksis, mulai dari muntah muntah, kulit rasa terbakar, sampe sesak nafas akibat adanya komponen ARK, TM, dan SCBP ^1

2. Kepiting (かに, kani)

11/12 lah kayak udang efek dan penyebabnya.

3. Gandum (小麦、komugi)

     麦 (mugi) adalah biji bijian (grains). Belum ada notifikasi alergen di produk sih buat mugi mugi lainnya seperti 大麦 (Oomugi – jelai/barley) dan 黒麦 (Kuromugi – gandum hitam/rye) sejauh ini. Tapi kalo pada produk teh seperti Mugicha, umumnya menggunakan barley, tapi dilihat dulu aja notifikasi alergennya demi kemanan ya kan!

4. Gandum kuda/buckwheat (そば、soba)

     Jauh loh hubungannya taksonominya dengan mugi mugi sebelumnya wkwk, tapi kanji nya soba juga mengandung mugi (蕎麦 ). hmmmm…

5. Telur (卵、tamago)

     Telur nya telur unggas ya yang dicantumkan dalam notiifikasi produk (umumnya ayam). Baik telur utuh, ataupun cuma putih telur (卵白 – ranpaku) atau kuning telurnya aja (卵黄 – Ran’ou), sebaiknya sobat hindari aja kalo tercantum ini.

6. Susu (乳、Nyuu)

     Jelas lah ya, protein pada susu bisa memicu reaksi alergi. Umumnya kalo tulisannya cuma  乳 , mengacunya ke susu sapi (牛乳 – Gyuu nyuuunless specified as (羊乳 – You nyuu/ susu kambing) atau (豆乳 – Tou nyuu/ susu kedelai). Buat yang lactose intolerant bisa beralih ke produk yang mengandung susu kedelai aja.

7. Kacang tanah (落花生/ピーナッツ, rakkasei/pi-natsu)

     Bisa menyebabkan gatal” dan kejang”. Penyebutannya dalam komposisi bisa dalam bentuk kanji maupun katakana (serapan bahasa inggrisnya), jadi harap diperhatikan aja ya sobat.

Wagashi 20
Wagashi, kue tradisional Jepang berbahan dasar tepung beras (source: personal snapshot)

     Eaa, biar laper mata dulu dengan sesuatu yang ngga bikin alergi >o<……Yak, Ketujuh bahan diatas beserta bahan yang memiliki alergen lainnya disebut dengan 特定27品目 (Tokutei 27 hinmoku) atau 27 bahan khusus. 7 udah kesebut diatas trus sisanya berarti… YA, 20! Apa aja tuuh…

8. Kerang abalon (あわび, awabi)

Yang tertulis dalam daftar alergen Jepang adalah awabi/kerang abalon, tapi jika sobat Teppan memiliki riwayat alergi kerang-kerangan, ada baiknya hindari yang memiliki tulisan 貝 (Kai/gai) karena itu adalah kerang kerangan, seperti 白とり貝 – shiratori gai atau つぶ貝 – tsubu gai (maaf, nggak tau padanannya di Bahasa Indonesia 😦   )

9. Cumi-cumi (いか, ika)

Shellfish terbagi jadi 2, krustasea dan moluska. Nah cumi termasuk yang moluska, sama kayak kerang kerangan, jadi hati hati aja.

10. Telur ikan (いくら, ikura)

Ada kemungkinan menyebabkan anaphylaxis pada anak kecil. (padahal bentuk dan warnanya lucu).

11. Jeruk (みかん/オレンジ, mikan/orenji)

Kasusnya sebenernya jarang. Cuma untuk tindakan preventif, pemerintah Jepang telah menetapkan ini untuk dimasukkan ke daftar alergi.

12. Kacang mede (カシューナッツ, kashūnattsu)

Termasuk alergi yang disebabkan oleh kacang pohon (tree nuts)

13. Kiwi (キウイフルーツ, kiui furūtsu)

     Gejala alerginya mungkin lebih ringan dibandingkan yang diatas atasnya, cuma yaa alergen tetaplah alergen. Sebisa mungkin diberi penanda apabila produknya mengandung kiwi

14. Daging sapi (牛肉, gyū niku)

     Alerginya berbentuk mual dan bercak” dan sering disebut alpha-gal allergy. Buat sobat yang merasa vegetarian atau penganut standar halal yang bebas hewan darat selain babi bisa juga nih memanfaatkan penanda ini dari kemasannya. Itung itung mempersingkat waktu baca kemasannya, daripada mesti membaca seluruh komposisinya.

15. Walnut (くるみ, kurumi)

Termasuk alergen jenis tree nut.

16. Wijen (ごま, goma)

     Alerginya cukup berbahaya juga, makanya perlu dinyatakan dalam label. Gak cuma produk yang mengandung bijinya, produk yang mengandung minyak wijennya pun akan memiliki tanda wijen yang di highlight.

17. Ikan salmon (鮭/さけ, sake)

     Salah satu ikan yang dinyatakan dalam daftar alergi. Walaupun bacanya sake, tapi jangan ketuker dengan sake “minuman keras” karena biasanya sake minuman keras ditulis dengan O-sake (お酒). Yang ini sakenya pake kanji ikan + 2 tanah yang ditumpuk vertikal. Kadang ditulis dalam kanji atau hiragana dalam kemasan.

18. Ikan tuna (鯖/さば, saba)

Salah satu ikan yang dinyatakan dalam daftar alergi. Pakai kanji ikan + biru ya sobat. Kadang ditulis dengan kanji atau hiragana dalam kemasan.

19. Kedelai (大豆, daizu)

     Salah satu bahan yang sangat dipakai sebagai ingredien ini masuk dalam daftar alergen. Biasanya kedelai dipakai sebagai sumber lemak nabati maupun emulsifier dalam produk pangan.

20. Daging ayam (鶏肉/とりにく, tori niku)

    Kadang ditulis dalam kanji ataupun hiragana. Meskipun “tori (鳥) “sendiri secara harfiah adalah unggas, tapi kalau orang Jepang bilang tori pada makanan biasanya mengacu pada ayam. Ayam sendiri sebenarnya dalam Bahasa Jepang disebut Niwatori (鶏)

21. Pisang (バナナ, banana)

     Alerginya bermain di daerahmulut (oral). Tapi, apa iya orang Indonesia bakalan alergi pisang, secara pisang sering dikonsumsi orang Indonesia dan memang tumbuhan dari daerah tropis.

22. Daging babi (豚肉, buta niku)

     Entah kenapa alerginya, buat sobat yang merasa vegetarian atau penganut standar halal bisa juga nih memanfaatkan penanda ini dari kemasannya. Itung itung mempersingkat waktu baca kemasannya, daripada mesti membaca seluruh komposisinya. Oh iya, untuk babi sendiri tetap harus waspada karena bukan cuma terdapat di snack yang jelas jelas memiliki rasa babi/ produk berbasis babi, tetapi ada juga di produk jenis lain. Biasanya produk yang savory, seperti keripik, meskipun rasa keripiknya rasa seafood/sapi/lainnya. (Pengalaman pribadi pernah menemukan yang seperti ini juga soalnya hehe, hampir aja beli, fyuuh)

23. Jamur matsutake (松茸/まつたけ, matsutake)

Meskipun jamur sendiri adalah 茸 – Kinoko, namun jejamuran lainnya terkadang bernama akhir ~take, seperti shiitake, enokidake, dll.

24. Persik (桃/もも, momo)

     Sebenarnya saya kurang mengerti seberapa besar peluang alergi persik dan dampaknya karena saya jarang mendengar kasus alergi karena makan persik. Terlebih lagi, peach atau persik kurang begitu populer untuk dijadikan ingredien produk pangan bila dibandingkan dengan apel atau jeruk.

25. Ubi gunung (山芋/やまいも, yamaimo)

     Karena ini tanaman asli Jepang dan jarang ditemukan dimana mana, jadi agak susah mencari produk yang mengandung ini. btw, 芋/いも – Imo adalah tanaman umbi umbian. Jadi sobat ada  masalah dengan umbi umbian bisa hindari yang ada “imo-imo” nya atau tulisan tersebut. (ex: じゃが 芋 – Jagaimo/kentang, さつま芋 – Satsumaimo / ubi)

26. Apel (りんご, ringo)

Alerginya berdampak di daerah mulus (oral).

27. Gelatin(ゼラチン, zerachin)

     Alergi gelatin termasuk kasus alergi yang jarang. Sekalian aja hindari produk yang ditandai ada gelatinnya kalo sobat nyari produk yang animal free atau yang lebih mendekati halal.

     Alergen yang telah disebutkan umumnya dibuat bentuk tabelnya dalam kemasan pangan, agak terpisah dari komposisi dan biasanya lebih di highlight (beda warna tulisannya dan dibuat lebih gede font nya). Oh iya, uniknya di Jepang ikan (secara umum, baik air tawar maupun asin) tidak dikategorikan sebagai alergen. Mungkin.. karena sebagian besar orang Jepang adalah pemakan ikan dari jaman baheula dan gen resisten dengan alergen yang berasal dari ikan berangsur angsur diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga prevalensi alergi ikan sangat rendah dan ikan secara umum tidak dikategorikan sebagai alergen. Nah untuk lebih jelasnya memahami gimana penerapannya, mari kita pantengin gambar yang satu ini.

15098_1_l
Contoh kemasan produk curry roux dengan penanda alergen. (source: https://www.sbfoods.co.jp/products/detail/15098.html )

     Produk diatas adalah salah satu contoh produk yang mencantumkan label alergen di Jepang, plus gambarnya lagi, karena nggak semuanya mencantumkan alergen beserta gambar (ya jelas wong target konsumennya anak”).  NO ENDORSE YA… hehe, produk tersebut merupakan bumbu kare batangan (biasa disebut curry roux)  yang dikeluarkan oleh S&B, salah satu produsen bumbu terbesar di Jepang. Menurut sobat Teppan, gimana nih produknya… apa boleh dimakan sama orang yg punya riwayat alergi atau intolerans (misal, lactose intolerant, alergi seafood) ? Hayoo, coba dipantengin gambarnya dan dipikir dulu jawabannya sebelum scroll kebawah buat liat jawabannya biar asyique bahasnya wkwk…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

     Jawabannya adalah, ya, boleh aja. Karena di produk tersebut mengatakan bahwa produknya tidak mengandung ke 27 bahan tersebut. KOK BISA!!! Ya bisa lah, mungkin pihak S&B nya ingin membuat produk yang aman buat anak-anak. Bisa ditelaah dari desain kemasannya yang kawaii banget, granula yang kecil, sampai ilustrasi cara penyajian (serving suggestion) yang imut imut.  Bahkan nama produknya adalah “Pangeran Kare (カレーの王子さま)” luctchu kaaaan. Yuk mariiii kita baca kemasannya!

Judul besar

カレーの王子さま、一歳になったら  S&B. Kare- no ōjisama, issai ni nattara. (S&B. Pangeran kare, untuk anak usia 1 tahun)

Pojok kanan atas

顆粒タイプ Karyū taipu (Tipe granular)

Kotak merah

アレルギー特定原材料等27品目不使用 Arerugii tokutei genzairyōtō 27 hinmoku fushiyō (Tidak menggunakan bahan” yang termasuk kedalam 27 bahan beralergen)

Kotak kecil

Udah dijelaskan jauuuh diatas XD (Kotak hijau sumber yang utama, kotak jingga sumber yang lainnya)

Tulisan biru di tengah

上記を含む原材料を使わずにつくりました。Jōki wo fukumu genzairyō wo tsukawazuni tsukurimashita. (Tidak dibuat dari yang mengandung bahan” yang dicantumkan diatas)

Tulisan biru pojok bawah kanan

カレールウ Kare- rū (Curry roux, bumbu kare)

調ルウ理例 Chōri rei (Contoh penyajian)

2 皿分 x 4袋入り  2 sarabun x 4 dai iri (2 piring, 4 bungkus didalamnya —> “maksudnya di dalem box nya ada 4 bungkus kare untuk 2 kali g, kalo mau masak sekali aja ya pakenya 2 bungkus aja”)

Nahh, gimana dengan label bentuk lainnya?? Dapatkah sobat menebak apa aja alergen yang ada dalam produk berlabel seperti di bawah? Atau, malah bisa sekalian menebak produk seperti apa yang memiliki label alergen seperti dibawah? Bisa dijawab di kolom komentar yaa… 🙂

Alergen 1 low
Contoh penanda alergen berbentuk tabel yang diberi highlight (source: personal document)
Alergen 2 low
Contoh penanda alergen berbentuk daftar singkat (source: personal document)

Sekian untuk bahasan mengenai alergen pada makanan di Jepang. Semoga bermanfaat ^o^.

————————————————————————————————–

Buat yang pengen baca lebih lanjut tentang alergen:

^1 Lopata A.L., Kleine-Tebbe J., Kamath S.P. (2016). Allergens and moleculars diagnostic of shellfish allergy. Allergo J Int. 25(7): 210-218

AAM

つづけ~~>

2 thoughts on “Teppan 2 – Alergen Jepang

Add yours

  1. Konnichiwa Akmal-san,

    Mau coba jawab teka teki diatas, refer below:
    1. Yang di highlight secara monokrom: mengandung alergen gandum, telur, susu, kedelai
    2. Yang di highlight secara berwarna: mengandung alergen gandum, daging sapi, daging babi

    Arigatou gozaimashita!

    Regards,
    Indah

    Like

    1. Yak, benar sekali Indah Sanubari. Untuk produk yang berlabel monokrom umumnya dijumpai pada produk confectionery (cokelat batang/ permen cokelat) sedangkan yang berlabel merah bisa ditemukan di produk snack yang savory yang memiliki flavor yang cenderung “meaty” (misal keripik rasa beef barbeque, chicken teriyaki, grilled lobster, dll).

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: