Teppan 3 – Gizi dan Isi

     Hey hey hey sobat Teppan, pada kepikiran nggak sih kenapa orang Jepang kebanyakan berpostur ideal (bahkan mendekati langsing). Eh ngga cuma badannya doang yang tampak fit, bahkan Jepang termasuk negara maju yang angka obesitasnya paling rendah se-dunia, SERIUSAN LOH! Menurut data yang terdapat pada http://worldpopulationreview.com/countries/most-obese-countries/ , Jepang menempati ranking obesitas terendah ke-6 se dunia (Indonesia peringkat terendah ke-30 se-dunia, lumayan lah). Kok bisa sih, mereka pake “susuk” apaan? Nggak kok, mereka ngga pake susuk, tapi emang karena pola makannya aja yang lebih sehat dan seimbang. Oke, kali ini kita akan bahas hal-hal yang lebih ringan dari 2 postingan sebelumnya, tapi saya akan bagi 2. Untuk postingan ini akan lebih membahas cara mencermati makanan di Jepang dari bagian gizi dan kemasan pangannya. Selebihnya mengenai how Japanese people mend their diet akan dibahas di postingan yang lain XD

yaaah…. si mimin nya gmn sih?! Ga jadi langsing dong aku huffttt T><T

     Pertama-tama, kita akan bahas mengenai gizinya, seleww, cuma sekedar baca informasi nilai gizi/ nutrition facts aja kok. “loh emang beda ya di Jepang?“. Beda sih enggak, cuma cuma tulisannya yang “aduhai”, tapi kalo menyepelekan dampaknya luar biasyahh. Kenapa, karena biasanya banyak yang bilang makanannya enak, bukan karena rasanya yang sensasional, melainkan karena rasanya yang cenderung plain (kalo dibandingkan dengan makanan di Indonesia). Resiko dari makanan enak apa sobat-sobat sekalian??? …. “katakan sekali lagi!!”… Ya, KALAP, alias nambah karena gak cukup makan 1 biji. Alih-alih jadi kurus, yang ada malah tambah gemuk.

kalo makanan di Indonesia kan rasanya kuat”, mulai dari makanan manis sampe asin. Jadi kalo lidahnya udh terasa pekat, ya udah selesai makan. Lah kalo makanan disana rasanya tipis”, kayak ga nendang aja kalo makan dikit. Begitu habis makan dan liat abis berapa bungkus, langsung deh nyesel dan berjanji “BESOK GW HARUS DIET, PUASA, OLAHRAGA, DLL DSB DST”. Yak, janji semanis neotam, prakteknya yaa… anda yang tentukan sendiri hehehe!

     Yok fokus! Jadi di Jepang juga ada tuh namanya informasi nilai gizi yang harus memuat beberapa informasi minimum, seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat total, dan garam. Iya, itu doang yang minimum, sama kayak di Indonesia kan? YA. Tapi untuk beberapa produk, produsennya melampirkan informasi lebih seperti jumlah karoten, antosianin, mineral, dll, tergantung produknya. “trus gimana cara bacanya? mocone piye rek, urek” kabeh tulisane“. Sini saya kasih tau caranya, mulai dari tulisan paling atas di tabel ING.

Eiyou Seibun Hyouji
Contoh tabel ING ala Jepang untuk produk confectionery (source: personal document)

     Tabel ING atau disebut 栄養成分表示 (Eiyō seibun hyōji) umumnya memiliki tampilan seperti ini. Hal minimal yang pasti ada dan ditulis berurutan adalah jumlah kalori, protein, lemak, karbohidrat, dan garam. Pada tabel ING diatas, jumlah takaran yang terukur adalah 1 lembar/lempeng (枚 – mai) dengan bobot tepatnya 4.5g (pembulatan). Apa aja sih yang ditulis di bawahnya, yuk kita simaq!

1. エネルギ/熱量 (Enerugi / Netsu ryō - Energi/kalori)

Lebih sering ditulis エネルギ daripada 熱量 , tenaaaang! 熱 (atsui/netsu) berarti panas atau kalor, cocok banget kan sama artinya…:)

2. たんぱく質 (Tanpaku shitsu - Protein)

たんぱく nya udah dari sononya selalu ditulis begitu (Sejauh ini ga pernah liat satupun yang ditulis pake kanjinya 蛋白). 質 (tadasu, tachi / shitsu, shichi) berarti zat.

3. 脂質 (Shi shitsu - Lemak)

     Terdiri dari 脂 (abura / shi) yang berarti lemak dan shitsu yang berarti zat. 油 (abura / yu, yū) juga punya arti yang serupa yaitu minyak. Di postingan sebelum”nya sering kan disinggung mengenai 油脂 (Yushi) yang berati lemak & minyak (trigliserida)… waaaw ilmuku nambah! >o<.

4. 炭水化物 (Tansuikabutsu - Karbohidrat)

     Kebanyakan cuma ditulis karbohidratnya aja, tidak semua menyebutkan hingga ke taraf gula dan serat pangannya. Kalo dibelah belah, karbohidrat bakalan jadi 炭 (sumi/tan) -arang, 水 (mizu/sui) – air, 化 (bakasu, bakeru/ka, ke) – berubah, 物 (mono/butsu, motsu) – benda. Artinya kurang lebih mirip kan dengan definisi karbohidrat di Bahasa Indonesia asli, zat hidrat arang !

     Ngomong” soal karbohidrat, gula total akan ditulis sebagai 糖質 (Tōshitsu) dan serat pangan 食物繊維 (Shokumotsu sen’ i). 糖 () berarti gula, jadi kalo sobat Teppan menemukan kanji ini di tempat lain berarti ada hubungannya dengan gula, atau yang manis-manis (kayak adminnya wkwk 😀 LOL), misal 砂糖 (Satō – Gula pasir/sukrosa), 糖尿病 (Tōnyōbyō – Diabetes mellitus), dll. Sedangkan untuk serat, 食物 (Shokumotsu) sendiri berarti pangan dan 繊維 (Sen’i) bener-bener artinya serat (fiber).

5. 食塩相当量 / ナトリウム (Shokuen sōtouryō / Natoriumu - Garam (dihitung sebagai natrium)

     Kadang ditulis dalam ING berupa Natrium aja, kadang ditulis dalam bentuk garamnya. 塩 (shio/en) berarti garam dapur. Kalo beli garam dapur pasti nemu kanji 塩 di bungkusnya, atau kalo beli keripik yg rasa asin doang, sering dijumpai juga yang versi のりしお (norishio – garam rumput laut) atau うすしお (usushio – garam ringan, maksudnya rasanya ga terlalu asin).

     Perlu diketahui bahwa Bahasa Jepang memiliki kata hitung benda yang sangat beragam seperti… 本hon (untuk benda panjang/batang), 個ko (benda kotak/persegi), 枚 mai (benda tipis/lembar), 袋fukuro (bungkus/pack), dll. Jadi harap perhatikan takarannya yang dilampirkan dalam ING. Selain itu, beberapa produk lain juga menambahkan informasi seperti カルシウム (Karusiumu – Kalsium), アントシアニン (Antoshianin – Antosianin), カロテン (Karoten), ポリフェノール (Porifenoru – Polifenol), dll. Biasanya untuk produk susu dan biskuit banyak yang melampirkan data kalsium, jus buah juga sering melampirkan data karoten, antosianin, ataupun komponen bioaktif tertentu, sedangkan untuk polifenol kadang ditemui di produk coklat (waaww, niat loh!).

     Nah mari kita ganti topik ke bagian kemasannya. Di bagian ini, bakalan cukup banyak yang berbeda dari kemasan di Indonesia? hah beda dimananya? Wooh jelas beda, tapi sebelum itu, saya buat kalian semua ngiler hehehe… Roti di bawah dibungkus dengan sesuatu yang ehhmmm…. kayaknya kertas? eh apa plastik? eh kertas kayaknya? e tapi plastik deh itu…. hayooo, apa tuh maksudnya?

Roti 20
Roti wijen yang ngenyangin nan murah (100円), di Backerei Brotzeit, Amakubo 2 Chome, Tsukuba (source: personal snapshot)

     Yap! yang saya maksud adalah bahan pengemasnya. Di Jepang, sampah dibedakan menjadi banyak golongan. Saya ambil contoh di Tsukuba aja ya, karena tiap kota bisa beda jenis pembagiannya, tergantung fasilitas pengolahan yang dimiliki kota tersebut (kata sensei saya: Nomura, 2018). Eits, tapi saya ngga mau lebih lanjut membahas mengenai sampah dan pengolahannya karena akan dibahas di lain segmen, tapi kali ini saya mau bahas mengenai kemasan pangannya ajah!

     Seperti yang kita tau (pasti sobat udah pada tau lah ya, udah gede), kemasan pangan ada yang terbuat dari bahan plastik, kertas, logam, komposit, ataupun organik (yang baru baru ini ngetren). Untuk plastik misalnya, sobat pasti tau dong pembagian plastik dari golongan 1 sampe 7 berdasarkan material pembuatannya? Nah di Jepang, kode untuk kemasan kebanyakan berupa simbol yang dibuat dari huruf Jepang. Dan dalam 1 produk pangan, simbolnya bisa berbeda beda antar bagian (misal: tutupnya apa, badannya lain lagi, dsb).

kemasa-2.jpg
Lambang kode kemasan di Jepang (source: http://www.yasuienv.net/PlaCrisisTokyo.htm)

     Dari daftar lambang tersebut, pasti udah bisa nebak dong ya, yang kiri bawah apa? Ya, itu adalah kemasan plastik PET, ingat HANYA UNTUK BOTOLNYA AJA (tutupnya bisa lain bahannya, makanya tempat buangnya beda). Untuk yang pojok kiri atas (プラ – Pura) berarti plastik (singkatan dari プラスチック – Purasuchikku). Bagian kanan atas (紙 – Kami) berarti kertas (semua jenis kertas baik yang tebelnya kayak buffalo sampe yang setipis HVS). Bagian bawah tengah yang dikelilingi panah melingkar (スチール – Suchi-ru) berarti baja (dalam kasus ini tidak dipakai 鋼 – hagane untuk beberapa alasan). Yang terakhir (アルミ – Arumi) adalah aluminium, yang biasa sobat temui di kaleng soft drink.

udah cuma itu aja? yeeeh dikirain banyak dan ribet ternyata….

     Emang, ga banyak tapi setidaknya bisa menyelamatkan sobat dari salah ngebuang khan~ Sebenarnya masih ada banyak lagi jenisnya, namun sejauh ini hanya 5 diatas yang umum dipakai sebagai KEMASAN PRIMER untuk makanan maupun minuman. Oh iya untuk (Kamihati-hati tertukar dengan kami-kami yang lain karena artinya sangat berbeda total (紙 = Kertas, 神 = Dewa, 髪 = Rambut, 上= Atas), jadi jangan sampe salah baca wkwkwk XD LOL….

     Terakhir, adalah simbol cara penyimpanan produk. Terkadang, cara penyimpanan dinyatakan dalam bentuk kalimat di dalam tabel deskripsi produk (di bagian belakang atau samping kemasan). Tapi, beberapa produk mencantumkan kode yang cukup besar dan traceable oleh mata kita sehingga kita gak perlu lagi pusing pusing baca kalimat bahasa Jepangnya.

Hokan
Lambang cara penyimpanan produk pangan (source: personal document)

     Nah untuk lambang seperti diatas 保管は25℃以下で (Hokan wa nijūgo do ika de) berarti simpan di bawah suhu 25 derajat celcius. Terkadang ada versi lain yang tertulis dalam kalimat di deskripsi misal:

保存方法直射日光を避けて25℃以下で保存してください

Hozon hōhō chokusha nikkō wo sakete nijūgo do ika de hozonshite kudasai !

Harap hindarkan produk dari sinar matahari langsung dan simpan di suhu dibawah 25 derajat celcius.

     Nah… kira kira begitulah pembahasan saya mengenai label di kemasan pangan, terutama mengenai informasi nilai gizi, jenis kemasan, dan cara penyimpanan. Semoga bermanfaat…. daag~tot zo!

——————————————

*Catatan:

保存 = Hozon (+suru) = Penyimpanan [+ menyimpan]

方法 = Hōhō= Teknik, cara

直射 = Chokusha = (Kontak) langsung

日光 = Nikkō = Cahaya matahari

避 (ける)= Yokeru, sakeru / hi = Menghindari (kontak), menghindari (kondisi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: