Tiga Pemuda Keliling Jawa 12 – Mengudara

_____ Hari ke-9, 1 hari sebelum hari terakhir Kento dan Riki di Indonesia. Kami kembali menuju ibukota tercinta, Jekardah, Jakarta dengan kereta Argobromo Anggrek dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya hingga Stasiun Jatinegara, Jakarta. Perjalanan kami berlangsung selama 9 jam, dengan beberapa pemberhentian. Kenapa aku memilih membeli tiket kereta yang eksekutif, bukan yang ekonomi seperti sebelum sebelumnya (di trip menuju Jogja, Banyuwangi, dan Surabaya)? Karena hari terakhir pasti sudah pada lelah semua sehingga alau naik kereta ekonomi yang sampainya lebih lama dan suasananya kurang nyaman, nanti pasti tepar semua. Belum lagi, harga karcis kereta ekonomi juga tida terpaut jauh dengan kereta eksekutif sehingga cincai aja untuk pesan yang eksekutif.

Pemandangan dari balik jendela kereta (source: Kento’s gallery)

_____ Selama perjalanan, mereka tampaknya bisa beristirahat dengan nyaman karena keretanya memang nyaman dan orang yang duduk di sebelah Riki pun cukup tenang selama perjalanan. Kami juga bisa makan dengan tenang di kereta karena tersedia meja lipat dan tempat untuk meletakkan barang bawaan dengan lega. Bagi mereka, mengeluarkan uang untuk kereta eksekutif masih jauh lebih murah dibandingkan shinkansen, apalagi memang untuk 9 jam perjalanan kalau pakai shinkansen jelas akan merogoh kocek lebih dalam. Tujuan akhir keretanya sebenarnya adalah Stasiun Pasar Senen, tapi karena berhenti juga di Stasiun Jatinegara, jadi kami bisa turun di Stasiun Jatinegara kemudian menyambung dengan KRL menuju stasiun Manggarai. Dari Stasiun Manggarai, kami harus berjibaku dengan para penumpang yang akan naik KRL karena waktu itu adalah jam pulang kerja, hari jumat pula. Jelas saja, kami harus berhimpitan bagai ikan sarden di dalam kereta. Sebuah pengalaman yang mungkin unik bagi mereka (eh enggak deng, kan kereta pagi dan kereta malam terakhir di Tokyo juga katanya demikian rapet).

Ramainya pengguna jasa KRL di Stasiun Manggarai (source: Kento’s gallery)

_____ Sesampainya di rumah, kami langsung membereskan isi tas. Kento dan Riki juga memberikan oleh-oleh berupa bakpia pathok yang dibelinya di Jogja kepada ibuku. Saat makan malam, mereka tampak ultra lahap karena mampu menghabiskan 2 piring soto yang ibuku buat untuk mereka. Karena kami sampai rumah sudah pukul 8 malam dan selesai makan serta mandi pada pukul 9 malam, maka aku membiarkan mereka untuk tidur lebih awal karena toh apsti sudah capek banget. Aku pun juga tidur lebih awal dari biasanya mengingat selama di hotel kemarin aku tidurnya cukup larut dan tidak bisa tidur pulas di kereta karena harus mengawasi barang bawaan kami. Selamat tidur semuanya, besok adalah hari terakhir kalian di Indonesia sebelum berangkat ke Malaysia.

_____ Keesokan paginya, aku bangun pagi dan membantu menyiapkan sarapan. Setelah sarapan siap, aku membangunkan Kento dan Riki untuk segera bangun dan makan serta membereskan barang-barangnya. Hari itu rencananya pada pagi hari kita akan pergi ke mall dulu untuk menukarkan uang, membeli oleh-oleh (kalau ada yang mau dibeli lagi), dan membeli SIM card untuk digunakan sebagai sarana internetan saat mengunjungi negara lainnya. Setelah sarapan dan mandi, barulah kami ke mall untuk memenuhi daftar to-do list kami. Pertama tama tentu saja membeli oleh-oleh. Mereka membeli banyak sekali Indomie, mulai dari mie goreng biasa, hingga varian ayam geprek yang terbaru. Setelah membeli oleh-oleh, barulah kami mengurus pembelian SIM card di gerai operator lokal. Kenapa belinya di Indonesia? Karena harga paket internet di Indonesia terbilang murah dan cukup kencang serta bisa menyesuaikan dengan operator lokal di negara yang sedang dikunjungi. Hanya dengan membeli paket Asia seharga 300.000 rupiah, kita bisa internetan sepuasnya selama 1 bulan di berbagai negara Asia, termasuk Asia Tenggara yang akan mereka kunjungi selanjutnya. Mereka cukup ke gerai operatornya, mengantri, menunjukkan paspor dan kartu identitas (kartu mahasiswa juga boleh), serta mengisi berkas, dan tada~ selesai deh. Setelah membeli SIM card, barulah kami menukar uang sisa Rupiah menjadi Ringgit dan uang negara lainnya seperti Baht, Dong, dan Peso.

Eh, ada ramen yang sama kayak di Tsukuba (source: Kento’s gallery)

_____ Sepulangnya dari mall, kami langsung makan siang dan berganti pakaian. Tentu saja, karena ini makan siang perpisahan, ibuku memasak cukup banyak varian menu seperti ikan lele goreng, pudding, sambal, tempe goreng, sayur bayam bening, dan lainnya. Jelas saja mereka makan lahap sekali hingga 1 piring plus nambah setengah lagi. Seusai makan siang, kami berfoto bersama keluargaku sebagai kenang kenangan teman orang asing pertama yang datang ke rumahku. Tak lama kemudian, aku pun memesan Go-Car untuk mengantar kami ke bandara Soekarno-Hatta. Karena pesawat yang akan mereka naiki baru berangkat pukul setengah 7 malam, jadi kami masih punya waktu sekitar 4 jam ketika kami sampai di bandara (untunglah sebagian besar jalanan tidak terlalu ramai, hanya ramai saat sudah mendekati bandara)

Makan siang dulu sebelum berangkat (source: personal snapshot)
Sebelum mengantar mereka ke bandara (source: personal gallery, taken by mom)

_____ Saat di bandara, kami masih bisa berkeliling dari bandara 1, 2, 3, dan stasiun bandara. Tentu saja kami berencana makan malam bersama di bandara sebelum mereka semua berangkat. Kami makan di restoran cepat saji ala Jepang, yap! apalagi kalau bukan Hoka-Hoka Bento. Kata Kento, restorannya mirip dengan Hotto-Motto di Jepang dimana menu yang disajikan kebanyakan berupa gorengan, kemudian yakiniku atau teriyaki, serta salad dan nasi. Aku sendiri belum pernah makan di Hotto-Motto, jadi aku hanya mendengar review nya jadi mereka berdua. Setelah selesai makan malam, Kento membelikanku puff pastry bernama Beard Papa, yang katanya enak banget dan terkenal juga di Jepang. Aku juga baru tahu kalau ada merk seperti itu di Indonesia. Terima kasih Kento sudah membelikanku dan keluarga camilan yang sepertinya enak dan belum pernah kumakan sebelumnya.

Saatnya menunggu pesawat tiba di CGK (source: Kento’s gallery)
Sayonara~ (source: personal snapshot)

_____ Akhir paragraf, tibalah saatnya mereka untuk masuk ke dalam gerbang untuk check in pesawat karena sudah tinggal 1 jam lagi dan pengeras suara sudah mengabari bahwa pesawat yang akan mereka naiki sudah siap. Kami pun berpisah di depan gate keberangkatan yang sepi itu. Aku pun mengambil foto sebagai perpisahan dengan mereka berdua sebelum berangkat ke Malaysia. Mereka bilang mereka akan kangen dengan makanan ibuku karena enak banget (yaiyalah, emak gueee). Aku hanya berpesan pada mereka untuk tetap jaga kesehatan selama di Malaysia ataupun saat mengunjungi negara ASEAN lainnya sebagaimana aku menjaga kesehatan saat aku di Tsukuba dulu. Ja~ mata kondo!

Demikianlah rangkaian ceritaku mengajak teman-temanku membolos liburan di Indonesia. Selanjutnya, kemana lagi ya enaknya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: